Kamis, 14 April 2011

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN GANGGUAN BICARA

Assalaamu'alaikum wr. wb.


Rekan Syarkoni, S.Psi,

Waktu sedang browsing saya menemukan sebuah artikel menarik yang
berkaitan dengan manfaat mendongeng untuk anak. Ternyata mendongeng
bisa digunakan sebagai terapi untuk berbagai permasalahan anak lho...
Di antaranya untuk trauma (bencana, kecelakaan dan kejadian tidak
enak lainnya), untuk anak autis, untuk anak dengan keterlambatan
bicara, dan lain-lain.

Salah satu yang pandang cukup umum adalah keterlambatan bicara,
sebuah kondisi yang cukup membuat cemas orang tua yang memiliki
balita. Saya kutip artikelnya sebagian ya yang berkaitan dengan
mendongeng, versi komplitnya cukup panjang, bisa dibaca dengan
meng-klik link di bagian bawah artikel ini. Semoga cuplikan ini
bermanfaat...


PENCEGAHAN DAN PENANGANAN GANGGUAN BICARA



MENYUSUI (wow.. ini bagian yang sangat menarik buat saya, karena
siapa sangka kegiatan sederhana seperti menyusui bisa mencegah
keterlambatan bicara? -komen pengutip)


Selain ASI mengandung komponen-komponen yang baik untuk
perkembangan otak, misalnya DHA, proses menyusui ternyata juga
memasukkan unsur-unsur interaksi. Tidak mungkin Anda menyusui si
kecil dengan melamun saja kan? Biasanya, Anda menikmati apa yang
sedang terjadi sambil membelai perlahan si kecil dan melakukan
kontak mata. Sebaliknya, si kecil pun asyik memperhatikan wajah ibu
tercinta. Itu semua adalah dasar komunikasi. Jadi, sebisa mungkin,
susuilah bayi Anda. Karena, dengan segala manfaat menyusui, apa
yang Anda lakukan itu benar-benar investasi yang besar bagi si
kecil. Termasuk, dalam perkembangan bicaranya.


TINDAKAN YANG DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA

1. Semakin dini orang tua menstimulasi anaknya dengan cara
mengajaknya bercakap-cakap dan menunjukkan sikap yang mendorong
munculnya respon dari si anak, maka sang anak akan semakin dini
pula tertarik untuk belajar bicara. Tidak hanya itu, kualitas
percakapan dan bicaranya juga akan lebih baik. Jadi, teruslah
mengajak anak Anda bercakap-cakap sejak hari pertama kelahirannya.


2. Jalinlah komunikasi dengan dihiasi oleh senyum Anda, pelukan,
dan perhatian. Dengan demikian anak Anda akan termotivasi untuk
berusaha memberikan responnya.


3. Tunjukkanlah selalu kasih sayang melalui peluk-cium, dan
kehangatan yang bisa dirasakan melalui intonasi suara Anda. Dengan
demikian, Anda menstimulasi terjalinnya ikatan emosional yang erat
antara Anda dengan anak Anda sekaligus membesarkan hatinya.


4. Selama menjalin komunikasi dengan anak Anda, jangan lupa untuk
melakukan kontak mata secara intensif karena dari pandangan mata
tersebutlah anak bisa merasakan perhatian, kasih sayang, cinta, dan
pengertian. Jika sedang bicara, tataplah matanya dan jangan malah
membelakangi dia.


5. Jika anak Anda menangis, jangan didiamkan saja. Selama ini
banyak beredar pandangan keliru, bahwa jika bayi menangis sebaiknya
didiamkan saja supaya nantinya tidak manja dan bau tangan. Padahal,
satu-satunya cara seorang bayi baru lahir untuk mengomunikasikan
keinginan dan kebutuhannya (haus, lapar, kedinginan, kepanasan,
kebutuhan emosional, kelelahan, kebosanan) dia adalah melalui
tangisan.

Jadi, jika tangisannya tidak Anda pedulikan, lama-lama
dia akan frustasi karena kebutuhannya terabaikan. Yang harusnya
Anda lakukan adalah memberinya perlakuan seperti yang dibutuhkannya
saat ia menangis. Untuk itu, kita sebagai orang tua haruslah
belajar memahami dan mengerti bahasa isyaratnya. Tidak ada
salahnya, jika Anda seakan-akan bertanya padanya, seperti :"Rupanya
ada sesuatu yang kamu inginkan... coba biar Ibu lihat...".


6. Untuk bisa berbicara, seorang anak perlu latihan mekanisme
berbicara melalui latihan gerakan mulut, lidah, bibir. Sebenarnya,
aktivitas menghisap, menjilat, menyemburkan gelembung dan mengunyah
merupakan kemampuan yang diperlukan. Oleh sebab itu, latihlah anak
Anda baik dengan permainan maupun dengan makanan.


7. Sering-seringlah menyanyikan lagu untuk anak Anda dengan
lagu-lagu anak-anak yang sederhana dan lucu, secara berulang dengan
penekanan pada ritme dan pengucapannya. Bernyanyilah dengan
diselingi permainan-permainan yang bernada serta menarik. Jadi,
luangkan lah waktu Anda untuk terlibat dalam kegiatan menarik
seperti itu agar kemampuan bicara dan berbahasa anak Anda lebih
berkembang.


8. Salah satu cara seorang anak berkomunikasi di usia ini adalah
melalui tertawa. Oleh sebab itu, sering-seringlah bercanda
dengannya, tertawa, membuat suara-suara dan ekspresi lucu agar
kemampuan komunikasi dan interaksinya meningkat dan mendorong
tumbuhnya kemampuan bahasa dan bicara.


9. Setiap bayi yang baru lahir, mereka akan belajar melalui
pembiasaan atau pun pengulangan suatu pola, kegiatan, nama atau
peristiwa. Melalui mekanisme ini Anda mulai bisa mengenalkan
kata-kata yang bermakna pada anak pada saat melakukan aktivitas
rutin, seperti : pada waktu mau makan, Anda bisa katakan
"nyam-nyam".


10. Jadilah model yang baik untuk anak Anda terutama pada masa ini
lah mereka mulai belajar meniru kata-kata yang didengarnya dan
mengucapkannya kembali. Ucapkan kata-kata dan kalimat Anda secara
perlahan, jelas dengan disertai tindakan (agar anak tahu artinya
atau korelasinya antara kata yang Anda ucapkan dengan tindakan
kongkritnya), dan jangan lupa, bahasa tubuh dan ekspresi wajah Anda
juga harus pas.


11. Anak Anda akan belajar bicara dengan bahasa yang tidak jelas
bagi Anda. Jadi, ini lah waktunya untuk Anda berdua (Anda dengan
anak) saling belajar untuk bisa saling memahami keinginan dan
maksud berdua. Jadikanlah kegiatan ini sebagai salah satu bentuk
permainan yang menyenangkan agar anak Anda tidak patah semangat
untuk terus mencoba mengucapkan secara pas dan jelas.

Namun, jika Anda malas memperhatikan "suaranya", apa yang
dimaksudnya, dan
tidak mengulangi suaranya, atau bahkan ekspresi wajah Anda membuat
dirinya jadi enggan mencoba, maka anak Anda akan merasa bahwa
"tidak memungkinkan baginya untuk mencoba mengekspresikan keinginan
karena orang dewasa tidak akan ada yang mengerti dan mau
mendengarkan".


12. Kadang-kadang, ikutilah gumamannya, namun, Anda juga perlu
mengucapkan kata secara benar. Jika suatu saat ia berhasil
mengucapkan suatu suku kata atau kata dengan benar, berilah pujian
yang disertai dengan pelukan, ciuman, tepuk tangan..dan sampaikan
padanya, "betapa pandainya dia".


13. Jika mengucapkan sebuah kata, sertailah dengan penjelasan
artinya. Lakukan hal ini terus menerus meski tidak semua
dimengertinya. Penjelasan bisa dilakukan misal dengan menunjukkan
gambar, gerakan, sikap tubuh, atau pun ekspresi.


14. Semakin mengenalkan anak Anda dengan berbagai macam suara,
bunyi, seperti misalnya suara mobil, motor, kucing, anjing, dsb.
Kenalkan pula pada suara-suara yang sering didengarnya sehari-hari,
seperti pintu terbuka-tertutup, suara air, suara angin berdesir di
pepohonan, kertas dirobek, benda jatuh, dsb.


15. Sering-seringlah membacakan buku-buku yang sangat sederhana
namun sarat dengan cerita yang menarik untuk anak dan gambar serta
warna yang "eye catching". Tunjukkan obyek-obyek yang terlihat di
buku, sebutkan namanya, jelaskan apa yang sedang dilakukannya,
bagaimana jalan ceritanya. Minta lah padanya untuk mengulang nama
yang Anda sebutkan, dan jangan lupa, berilah pujian jika ia
berhasil mengingat dan mengulang nama yang Anda sebutkan.


16. Jika sedang bersamanya, sebutkan nama-nama benda, warna dan
bentuk pada setiap obyek yang dilihatnya.


17. Anda mulai bisa mengenalkan dengan angka dengan kegiatan
seperti menghitung benda-benda sederhana yang sedang dibuat
permainan. Lakukan itu dalam suasana yang santai dan nyaman agar
anak tidak merasa ada tekanan keharusan untuk menguasai kemampuan
itu.


18. Mulailah mengenalkan anak Anda pada perbendaharaan kata yang
menerangkan sifat atau kualitas. Seperti "baik, indah, cantik,
dingin, banyak, sedikit, asin, manis, nakal, jelek, dsb. Caranya,
pada saat Anda mengucapkan suatu kata tertentu, sertailah dengan
kualitas tersebut, misalnya "anak baik, anak manis, anak pintar,
baju bagus, boneka cantik, anak nakal, roti manis", dsb.

19. Mulailah mengenalkan padanya kata-kata yang menerangkan keadaan
atau peristiwa yang terjadi : sekarang, besok, di sini, di sana,
kemarin, nanti, segera, dsb.


20. Anda juga bisa mengenalkannya kata-kata yang menunjukkan tempat
: di atas, di bawah, di samping, di tengah, di kiri, di kanan, di
belakang, di pinggir; Anda bisa melakukannya dengan menggunakan
contoh gerakan. Banyak model permainan yang dapat Anda gunakan
untuk menerangkan kata-kata tersebut, bahkan dengan permainan, akan
jauh lebih menyenangkan baginya dan bagi Anda.


21. Yang perlu Anda ingat, janganlah menyetarakan perkembangan anak
Anda dengan anak-anak lainnya karena tiap anak mempunyai dan
mengalami hambatan yang berbeda-beda. Jadi, jika anak Anda kurang
lancar dan fasih berbicara, janganlah kemudian menekannya untuk
lekas-lekas mengoptimalkan kemampuannya. Keadaan ini hanya akan
membuatnya stress.


22. Pada usia ini, anak Anda akan lebih senang bercakap-cakap
dengan anak-anak seusianya dari pada dengan orang dewasa. Oleh
sebab itu, akan baik jika ia banyak dikenalkan dengan anak-anak
seusianya dan dilibatkan pada lingkungan sosial yang bisa
memfasilitasi kemampuan sosial dan berkomunikasinya. Salah satu
tujuan para orang tua memasukkan anaknya dalam nursery school
adalah karena alasan tersebut, agar anaknya bisa mengembangkan
kemampuan komunikasi sekaligus sosialisasi. Meskipun demikian,
bahasa dan kata-kata yang diucapkan masih bersifat egosentris,
namun lama kelamaan akan lebih bersifat sosial seiring dengan
perkembangan usia dan keluasan jaringan sosialnya.


23. Sering-seringlah menceritakan cerita menarik pada anak Anda,
karena sebenarnya cerita juga merupakan media atau sarana untuk
mengekspresikan emosi, menamakan emosi yang disimpannya dalam hati,
dan belajar berempati. Dari kegiatan ini pula lah anak Anda tidak
hanya belajar berani mengekspresikan diri secara verbal tapi juga
belajar perilaku sosial.


1.    Ceritakan padanya cerita yang lebih kompleks dan kenalkan
beberapa kata-kata baru sambil menerangkan artinya. Lakukan ini
secara terus menerus agar ia dapat mengingatnya dan mengenalinya
dengan mudah ketika Anda mengulang cerita itu kembali di lain waktu.

2.    Hindari sikap mengkoreksi kesalahan pengucapan kata anak secara
langsung, karena itu akan membuatnya malu dan malah bisa mematahkan
semangatnya untuk belajar dan berusaha. Anda bisa mengulangi
kata-kata tersebut secara jelas seolah Anda mengkonfirmasi apa yang
dimaksudkannya. Dengan demikian, ia akan memahami kesalahannya
tanpa merasa harus malu.

3.    Pada usia ini, seorang anak sudah mulai bisa mengerti penjelasan
sederhana. Oleh sebab itu, Anda bisa mulai mencoba untuk
mengajaknya mendiskusikan soal-soal yang sangat sederhana; dan
tanyakan apa pendapatnya tentang persoalan itu. Dengan cara itu,
Anda melatih cara dan proses penyelesaian masalah pada anak Anda
setahap demi setahap. Hasil dari tukar pendapat itu sebenarnya juga
mempertinggi self-esteem anak karena ia merasa pendapatnya
didengarkan oleh orang dewasa.

4.    Mulailah mengeluarkan kalimat yang panjang dan kompleks, agar ia
mulai belajar meningkatkan kemampuannya dalam memahami kalimat.
Untuk mengetahui apakah ia memahami atau tidak, Anda bisa melihat
respon dan reaksinya; jika ia melakukan apa yang Anda inginkan,
dapat diartikan ia cukup mengerti kalimat Anda.

5.    Anak-anak sangat menyukai kegiatan berbisik karena hal itu
permainan mengasikkan buat mereka sebagai salah satu cara
mengekspresikan perasaan, dan keingintahuan.

6.    Pakailah cerita-cerita dongeng dan fabel yang sebenarnya
mencerminkan dunia anak kita dan memakainya sebagai suatu cara
untuk mengajarkan banyak hal tanpa menyinggung perasaannya. Dengan
mendongeng, Anda mengenalkan padanya konsep-konsep tentang
moralitas, nilai-nilai, sikap yang baik dan jahat, keadilan,
kebajikan dan pesan-pesan moral lainnya. Jadikanlah saat-saat
bersama anak Anda sebagai masa yang menyenangkan, ceria, santai dan
segar. Buatlah ini menjadi kebiasaan di waktu-waktu tertentu,
seperti sebelum tidur atau di waktu sore hari.
(Sumber :

NB : Ternyata media buku bisa jadi sangat membantu kan? (mulai
berjualan :D). Ada sebuah paket yang selama ini belum pernah saya
iklankan di sini, karena bukan termasuk paket utama. Tapi karena
saya menemukan artikel ini dan kebetulan cocok, jadi saya attach ya
gambarnya dan penjelasannya... kebetulan belum sempat saya unggah
ke situs saya. Harganya termasuk murah dibanding media MDS yang
lain, 720rb saja (disc 10% dari 800rb) saja untuk 70 cerita dalam
12 buku.

Selain itu juga ada paket hemat ILMA+HB (mengandung dongeng juga
lho..)
Hanya 3,555 jt saja (dari hargabiasa 4,530 jt). Info lengkapnya
bisa dilihat di
http://promo.bukuspesial.com. Gambarnya saya attach juga ya... Saya
tunggu sangat pemesanannya... kalau masih ada yang belum jelas
jangan sungkan menghubungi saya kembali...

Wassalaam,




Fitra, Book Advisor Mizan
Komp. Bojong Depok Baru 2, Cibinong, Bogor - 16913 INDONESIA
Mobile : 0818647776/021-26165055 Fax : 021-8756057

Selasa, 16 November 2010

Anak Tidak Suka Membaca

Assalaamu'alaikum wr. wb.


Dear orang tua yang shaleh,

kali ini saya ingin berbagi cerita, tentang seorang ibu pernah mengeluh,
katanya anaknya tidak suka membaca.
"Dia sukanya main dan tidak tertarik pada buku..." keluh beliau.
Betulkah memang ada anak yang tidak suka membaca? Kalau tidak suka
membaca lalu bagaimana kelak dia bisa belajar?

Sebelum mencap anak kita tidak suka membaca, mari kita renungkan
sebentar makna dari kata "membaca" ini.

Allah pertama kali mewahyukan kepada nabi Muhammad dengan perintah
untuk membaca. "Iqra' ", begitu bunyinya. Sementara kita semua tahu
bahwa Rasulullah SAW awalnya tidak bisa membaca-menulis.

Tapi sebenarnya... apakah beliau betul-betul tidak suka dan tidak
pernah "membaca"? Sebelum wahyu diterima, beliau adalah pribadi
yang suka berpikir, beliau memperhatikan keadaan di sekelilingnya,
memperhatikan perilaku manusianya, memperhatikan fenomena di
sekitarnya, berujung kegelisahan yang membawa beliau khusyu'
merenung di gua Hira, mencari jawaban dari segala permasalahan yang
ditemukan dalam pengamatan.

Mari kita ingat-ingat lagi kisah nabi Ibrahim, bagaimana di masa
mudanya beliau mencari Tuhannya dengan merenungi alam semesta.
Hingga dikisahkan beliau memperhatikan matahari yang akhirnya
tenggelam dan bulan yang akhirnya memudar.

Jika kita perhatikan cara Allah sendiri mengajari manusia dalam
Al-Qur'an :

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia
diciptakan?

Dan bumi, bagaimana ia ditinggikan?

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?..." (Al Ghaasyiyah, 88 : 17-20)

Jika disampaikan ke anak-anak, bisakah ayat di atas diuraikan
menjadi: "Gimana caranya ayam ini (kodok, ulat, cacing) bisa ada?
Dilahirkan langsung atau jadi telur dulu? dan lain-lain

Dan bumi, seperti apa bentuknya? Bumi ada di mana? Apakah gunung
itu dan untuk apa? dan lain-lain

Sedikit saja anak-anak dipancing rasa ingin tahunya, bisa
berkembang menjadi jutaan pertanyaan yang bisa membuat orang tua
kewalahan. Semua binatang diabsen, ditanya bertelur atau beranak?
Bumi sebesar apa, besar mana sama rumah? :).

Dan kita bisa menjelaskan lebih panjang, bahwa mahluk hidup
bermacam-macam cara reproduksinya, ada yang membelah, ada yang
harus didahului perkawinan, ada yang telurnya berkembang di dalam
perut, ada yang harus dikeluarkan dulu, dan lain sebagainya.

Juga bahwa bumi bentuknya bulat, sebetulnya tidak diam tapi berputar pada porosnya.
Pada saat itu anak bisa dibawa lebih jauh untuk membaca dengan
media buku. Salah satu yang patut kita syukuri hidup di jaman ini,
bahwa banyak informasi sudah tercetak, tinggal kita memilih dan
memilah.

Oh iya, rasa ingin tahu anak-anak itu sejatinya alami, terutama
jika sejak awal kita sudah memfasilitasi rasa ingin tahunya, dengan
sabar menunggunya ketika dia mogok di tengah jalan karena ada
kumbang yang menempel di daun, ketika daun putri malu tiba-tiba
menguncup ketika kesenggol kakinya, ketika tiba-tiba ada suara
kambing mengembik, atau ketika mobil favoritnya lewat.

Jadi... sebenarnya... ada anak yang tidak suka membaca atau tidak ya..s? :)

(dikutip dari Al-Qur'an dan berbagai sumber)

Senin, 15 November 2010


MANFAAT MEMPELAJARI KISAH-KISAH MASA LALU
Manfaat mempelajari sejarah di antaranya adalah sebagai edukatif atau pelajaran. Banyak manusia yang belajar dari sejarah, belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri tapi juga dari pengalaman orang lain di masa lalu. Sebagaimana terdapat dalam Al-Quran Surah An-Naml ayat 74-76:

وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (74) وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (75) إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ يَقُصُّ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَكْثَرَ الَّذِي هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (76)

Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh). Sungguh Al-Quran ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan.

Dalam Tafsir ILMA Surah An-Naml, kandungan ayat 74-76, disebutkan:
Allah Swt. mengetahui isi hati, pikiran, dan perbuatan manusia (ayat 74). Nabi Muhammad Saw. mengetahui cara-cara yang tepat menghadapi Bani Israil pada masanya, setelah beliau mempelajari kisah Bani Israil pada masa lalu (ayat 76).
DOA AGAR LANCAR BERBICARA
Doa agar lancar berbicara ini terdapat dalam Surah Thoha ayat 25-28:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (25) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي (26) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي (28

Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku

Dalam Tafsir ILMA Surah Thoha, kandungan ayat 24-37, disebutkan:
Setelah semua mukjizat diperlihatkan, di ayat 24, Allah Swt. memberi petunjuk, "Pergilah menemui Fir'aun (untuk mengingatkannya)! Sebab, dia telah berbuat tidak adil.." Karena Nabi Musa a.s. tidak lancar berbicara, dia berdoa kepada Allah Swt. dan meminta untuk ditemani oleh Nabi Harun a.s.. Doa Nabi Musa a.s. yang ada di ayat 25-28 sering dibaca oleh umat Islam, agar Allah Swt. memberi kelancaran ketika menyampaikan petunjuk Allah Swt. kepada orang lain.
BUKTI KASIH SAYANG ALLAH SWT.
Bukti kasih sayang Allah Swt. Sangat banyak sekali, di antaranya ada dalam Surah Ar-Rahman ayat 1-9:

الرَّحْمَنُ (1) عَلَّمَ الْقُرْآَنَ (2) خَلَقَ الْإِنْسَانَ (3) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (4) الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ (5) وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ (6) وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ (7) أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ (8) وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ (9)

(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur'an. Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu
Dalam Tafsir ILMA Surah Ar-Rahman, Kandungan ayat 1-9, disebutkan:

.........di awal Surah Ar-Rahman, Allah Yang Maha Pengasih memberi kita petunjuk di Al-Quran agar kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Untuk mempelajari Al-Quran, Allah Swt. memberi kita kemampuan berpikir dan berbicara (al-Bayan). Yuk, laksanakan petunjuk-Nya, setepat mungkin, tidak mengurangi tidak pula menambahkan (al-Mizan). Matahari, bulan, bintang dan pepohonan pun melaksanakan aturan Allah Swt. dengan tepat (sujud), hingga alam semesta berjalan teratur.
Demikian, semoga bisa menginspirasi aktivitas Anda dan keluarga di hari ini....

Senin, 15 Juni 2009

Gambar Otak Manusia



BETAPA HEBATNYA OTAK ANAK KITA



PARADIGMA ISLAM TENTANG PENDIDIKAN ANAK

Dalam Al-Quran, keturunan adalah bagian yang penting dalam melanjutkan misi kekhalifahan manusia di bumi. Pendidikan anak merupakan tanggung jawab dan perhatian semua pihak, terutama para orang tua dan pendidik.

Allah berfirman : "Hendaklah mereka takut kepada Allah jika meninggalkan generasi yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar" (QS Al-Nisa [4]:9)

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (atau fitnah bagimu). Di sisi Allah-lah pahala yang besar" (QS Al-Taghabun [64]:15)

Dari Jabir bin Samurah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang mendidik anaknya lebih baik daripada orang yang bersedekah satu sha' setiap hari (HR Al-Turmudzi).

Anak adalah amanah/titipan, salah satu cara mensyukuri anak adalah orangtua berusaha mendidiknya dengan baik supaya menjadi generasi yang berkualitas. Membangun manusia yang cerdas, kreatif, beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia tentu bukanlah tanpa proses, dan proses menjadi manusia berkualitas tidak ada yang g.r.atis.
Proses pendidikan anak membutuhkan upaya dan biaya yang besar, yaitu pengasuhan maksimal sejak bayi dan pendidikan yang optimal sejak usia sekolah.....

BETAPA HEBATNYA OTAK ANAK KITA

Satu hal sering kita lupakan, Allah, menitipkan komputer Super Hebat di kepala anak kita! Yup, komputer itu bernama OTAK. Menjelang kelahiran, anak kita memiliki 100 miliar sel otak aktif (neuron), yang memiliki sekitar 50 triliun sambungan dengan sel otak lain, serta 1 triliun sel glia/perekat (melindungi dan memberi makan neuron). Cabang-cabang yang disebut dendrit itu terhubung dengan sel-sel lain dengan mengirimkan pesan-pesan elektris kimiawi.

Selama tahun-tahun pertama kehidupan, otak mengalami perubahan yang luar biasa, tapi kegiatan neuron tersebut tidak spontan lagi, melainkan digerakkan oleh hasil pengalaman indra. Dalam bulan-bulan awal, perkembangan otak bayi sangat menakjubkan : setiap detik sel otak menghasilkan 3 miliar cabang!
Menjelang usia 8 bulan, otak bayi memiliki 1000 triliun sambungan....
Menjelang usia 10 tahun banyak sambungan otak yang mati namun masih meninggalkan 500 triliun sambungan. Ck...ck...ck... banyak amat.....

Kapasitas otak anak kita awalnya hampir sama dengan otak seorang manusia jenius lho.... Dan otak manusia nih, mampu menampung informasi yang ada di 500 ensiklopedia! Subhaanallaah....
Tapi sayangnya..... kebanyakan otak manusia hanya dipakai kurang dari 1% dari kemampuannya yang sesungguhnya.....

Juga pada usia tertentu, otak akan memusnahkan sambungan (sinapsis) yang jarang atau tidak pernah digunakan Para peneliti di Baylor College of Medicine menemukan bahwa apabila anak-anak jarang diajak bermain atau jarang disentuh perkembangan otaknya 20% atau 30%
lebih kecil daripada ukuran normalnya pada usia itu. Waduh, sayang banget yah....
(Oleh J Madeleine Nash, Majalah Time, Edisi 3 Februari 1997)

Perbandingan sederhana otak yang jarang dirangsang dengan otak yang sering dirangsang dapat dilihat di attachment. Demikianlah bukti-bukti yang menunjukkan pentingnya pendidikan anak sejak usia dini, karena 'masa keemasan' pertumbuhan otak anak ada di usia itu. Sering kali orang tua sibuk menabung untuk bekal kuliah anak berbelas tahun kemudian, tapi mengabaikan 'tabungan' di masa-masa keemasan pertumbuhan intelektual ini.
Ada kecenderungan orang tua memasrahkan pendidikan anaknya ke sekolah, dengan menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik sering kali orang tua sedah merasa cukup. Padahal....

Ada tiga alasan kenapa pendidikan di sekolah saja tidak cukup.... :

  1. Sistem pendidikan di sekolah kita masih berlandaskan konsep materialisme. Ilmu pengetahuan dipelajari secara parsial, bertujuan untuk menguasai dan mengeksploitasi sumberdaya alam. Sistem pendidikan seperti ini, sangat bertolak belakang dengan tujuan pendidikan sejati seperti yang dituntunkan dalam sistem pendidikan Islam. Ilmu pengetahuan terintegrasi satu sama lain, menyeluruh, dan ditujukan untuk memelihara alam (tugas khalifah) dan untuk mengenal Allah....
  2. Di sekolah, pencapaian anak diukur dengan angka-angka. Kadang-kadang angka-angka itu tidak mencerminkan pencapaian anak yang sesungguhnya. Bahkan seringkali angka-angka itu sama sekali tidak membantu anak dalam menghadapi kehidupan nyata.
  3. Di sekolah, seorang guru harus mengayomi sekian banyak murid. Sehingga pendidikan yang diterapkan tidak memperhatikan keragaman individu. Dengan sistem seperti ini, akan banyak potensi individu yang tak terbangkitkan, bahkan terbungkam. Dengan orang tua sendiri menjadi guru, pasti anak akan lebih terperhatikan, ya kan....
Bersyukurlah Anda yang mungkin menemukan sekolah yang ideal untuk anaknya, tapi sayangnya sulit sekali mencari sekolah seperti itu. Sekolah yang mahal pun tidak menjadi jaminan kualitasnya pasti bagus. Tapi sekolah yang baik bisa kok dimulai dari rumah, caranya juga sederhana. Yang pertama tentunya bermain, yang ke-dua.... Yap, dengan membudayakan kegiatan membaca....!

Membaca adalah salah satu upaya terbaik untuk membantu perkembangan otak anak :

  1. Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia (dari semua makhluk hidup di dunia ini cuma manusia lho yang bisa baca).
  2. Membaca merupakan salah satu fungsi penting dalam hidup, hampir semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca.
  3. Berkat kemajuan dalam penelitian otak, kita tahu bahwa membaca cerita bagi anak mempunyai manfaat intelektual, emosional dan fisik, yang dapat meningkatkan perkembangan anak.
  4. Dengan tumbuh dan berkembangnya minat baca pada diri anak, minat belajarnya pun akan menjadi tinggi. Sehingga kalau orangtua mampu mengantarkan anaknya menjadi gemar membaca, maka anak akan mampu belajar secara mandiri, orang tua ga usah marah-marah nyuruh belajar jadinya....:-)

Beberapa cara meningkatkan minat baca anak :

  1. Bacakan buku untuk anak setiap hari (jadikan kebiasaan).
  2. Usahakan buku mudah dilihat dan dijangkau oleh anak.
  3. Ajak anak ke tempat yang ada di buku.
  4. Bacakan dengan ekspresi.
  5. Lakukan dengan kegiatan mendongeng.
  6. Perkenalkan anak pada bacaan-bacaan yg ada di sekitar kita.
  7. Beri kesempatan mengarang.
  8. Libatkan seluruh anggota keluarga.
  9. Ajak anak bereksperimen.
  10. Mulai dengan orangtua membaca.
  11. Hargai buku, berikan sebagai hadiah.
  12. Lakukan dengan gembira.

Dengan demikian, buku adalah pilihan yang tepat, untuk merangsang otak anak, agar terus bercabang-bercabang, dan teruuuuss bercabang......
Ayo ah, orang Islam jangan ketinggalan melulu..... Bangun generasi unggul sejak sekarang....

(disarikan dari bahan presentasi Mizan Dian Semesta, makalah Seminar Anak Shaleh, Cerdas dan Kreatif, dan sumber lain yang terkait), semoga bermanfaat....

Wassalaam,

Jumat, 05 Juni 2009

Cerita Binatang



Assalaamu'alaikum wr.wb.

Pernahkah memperhatikan bahwa anak-anak suka sekali dengan binatang. Matanya yang bening akan membeliak lucu ketika melihat kucing, anjing, ular di kebun binatang, ikan di akuarium, tokek di
balik lemari, dan binatang lainnya.

Jika ada setumpuk buku dengan berbagai macam tema, dapat diperkirakan bahwa sebagian besar anak kecil akan lebih dulu tertarik dengan yang temanya binatang.
Sebuah survei kecil dari para pendongeng pun menemukan bahwa memang anak-anak kecil paling suka didongengi kisah binatang.

Setidaknya ada empat manfaat cerita binatang bagi anak-anak :
  1. Jika anak pernah membaca kisah binatang yang mengalami sesuatu seperti yang mereka alami, mereka akan lebih mudah beradaptasi dengan hal tersebut.
  2. Kisah tentang binatang yang kuat dan baik akan membangun kepercayaan diri anak, membantu mereka memahami bahwa di dunia ini banyak orang yang baik dan siap membantu mereka.
  3. Tokoh binatang yang bertindak dan berkata-kata seperti manusia, memberi kesan pengalaman petualangan yang mengasyikkan, lengkap dengan pesan moral yang disampaikan tokoh-tokoh tersebut.
  4. Kisah binatang mengajarkan interaksi yang seharusnya antara mereka dengan binatang di dunia nyata, melatih kepekaan terhadap lingkungan hidup.

Naah, ternyata dengan cerita binatang juga kita dapat mengenalkan Al-Qur'an kepada anak-anak. Al-Qur'an memuat banyak kisah dan tema berkaitan dengan binatang.
Misalnya, kita bercerita tentang ikan paus, penyelamat Nabi Yunus, ketertarikan anak akan terbangun. Saat itulah, anak merasa siap untuk mengetahui lebih jauh tentang kisah Nabi Yunus di Surah Yûnus.

Demikian juga dengan kisah semut dan rayap dengan Nabi Sulaiman, ular dengan Nabi Musa, anjing dan Ashabul Kahfi, gajah dengan pasukan Abrahah, unta, lebah, sapi, kuda dan lain sebagainya. Tentunya akan lebih berkesan belajar dengan cerita dibanding sekedar menghafal arti ayatnya.

Demikianlah, mengajarkan sesuatu yang baik pun perlu cara yang kreatif. Selamat menggali kisah binatang dalam Al-Qur'an..... 'Waah belajar Al-Qur'an memang menyenangkan....!'
Demikian perkataan si kecil yang kita harapkan kan? (dikutip dari berbagai sumber).

Wassalaam,

Kamis, 28 Mei 2009

Mendongeng


Assalaamu'alaikum wr.wb.

Pernahkah Anda merasa nggak 'nyambung' dengan anak?
Kalau pernah, ternyata wajar lho, karena katanya nih... pola pikir, pengalaman, dan cara pandang anak sangat berbeda dengan orang dewasa, makanya kita sering merasa kesulitan masuk ke dunia mereka.

Anak-anak mempunyai daya imajinasi dan daya kreatif yang sangat tinggi. Menurut sebagian ahli, imajinasi dan kreativitas anak mulai meningkat pada usia tiga tahun dan mencapai puncaknya pada usia lima tahun. Sementara kita orang dewasa telah mengalami penurunan pada kedua hal tersebut, makanya dunia kita 'nggak nyambung', sehingga komunikasi pun kadang sulit.

Tapi ada satu cara agar komunikasi kita dengan mereka efektif meski dunianya berbeda, yaitu dengan... mendongeng...! Mengapa...?
Karena dongeng memiliki unsur imajinasi dan kreativitas yang tinggi... Hal ini sesuai dengan sifat anak-anak yang selalu ingin berekspresi. Imajinasi dan kreativitas mereka tersalurkan melalui dongeng. Sehingga saat kita mendongeng saat itulah dunia kita dengan mereka nyambung :-)....

Manfaat lain lagi dari mendongeng adalah melatih daya konsentrasi anak, waktu mendengarkan dongeng anak-anak melatih kemampuan mereka memusatkan perhatian beberapa waktu terhadap obyek tertentu. Ini umumnya terjadi pada usia tiga atau empat tahun. Saat usia tersebut mereka masih sulit memperhatikan dan mengontrol emosi.

Ada kalanya anak menyela pembicaraan, sering bertanya, dan tidak sabar menunggu puncak cerita. Ketidaksabaran tersebut antara lain disebabkan saat mendengar cerita mereka sibuk berimajinasi.

Dongeng juga adalah cara belajar yang menyenangkan lho...
Dongeng itu sesuatu yang manusiawi, karena... dongeng menggunakan mata, pendengaran, gerak dan hati juga ikut merasakan. Mendongeng berarti menghargai indra-indra pendengarnya.

Kalau indra-indranya dihargai, pesan-pesan akan mudah masuk. Apalagi dengan cara-cara yang menyenangkan, yaitu cara bercerita yang sesuai dengan kebutuhan indranya. Kalau tidak sesuai dengan kebutuhannya, pesan-pesan itu juga tidak akan masuk...

Cerita yang menyenangkan tidak harus cerita yang lucu, cerita yang sedih pun bisa jadi menyenangkan. Menyenangkan tidak harus dengan tertawa, sesuatu yang nyambung dan bermanfaat bisa jadi menyenangkan dan menenteramkan....

Nah, sebagian orang tua yang sibuk sering kali merasa tidak sempat mendongeng. Bayangkan saja, sudah capek ngantor seharian, terjebak macet pula, sampai rumah sudah nggak ada tenaga.
Waktu anak menyerbu dengan girang, kita sibuk menghalau,"Sana dulu yaa... Papa/Mama lagi capek mau istirahat dulu...!" Padahal si anak sudah menunggu-nunggu kita seharian nih....

Kata Kak Andi Yudha, penulis buku "Cara Pintar Mendongeng", anak-anak itu berhak mendapat hadiah dari kita, salah satu hadiahnya bisa berupa....dongeng...! Menurut beliau dalam bukunya, ternyata mendongeng itu nggak harus lama. Anak tidak pernah menuntut dongeng yang panjang atau sempurna ala orang dewasa. Asal mereka tahu orang tuanya mau berbagi, sambil lalu pun, sudah cukup bagi mereka. Yang terpenting, bagaimana kita memberikan apa yang kita rasakan dan anggap penting dengan sungguh-sungguh.

Dengan kesadaran itu, biasanya akan lahir pencerita yang khas. Anak akan selalu menanti dan berkata,"Aku mau dengan cerita Papa," karena baginya ayahnya adalah segalanya, panutan, dan harapan yang dapat dipercaya.

Dongeng yang kita ceritakan kepada anak ketika mereka masih kecil akan sangat bermanfaat ketika dia mulai beranjak besar. Cerita yang pernah didengar akan terekam dalam otak mereka. Itu yang dinamakan proses pendidikan. Jadi, tingkah laku mereka tidak langsung berubah, tetapi mengendap dalam alam pikiran sehingga ketika ada peristiwa yang mirip-mirip dengan cerita, ingatan tentang hal itu akan keluar. Itu yang membuat orang banyak info dalam hidupnya, karena banyak cerita....

Jadi Mama-Papa, Ayah-Ibu, meski capek, mendongeng yaa..... lima meniiiit aja...

Begitulah beberapa poin penting dari Kak Andi Yudha A, pakar kreativitas, praktisi pembukuan, host acara Santri Zone di Spacetoon, dalam bukunya "Cara Pintar Mendongeng".

Jadi....
Sudahkah kita mendongeng hari ini?........

Wassalam,..